BUMIL GELIS AYAH SIGAP: Hadir di Desa Tabongo Timur, Dorong Deteksi Dini dan Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi

Oleh: Gunawan Lanjahi . September 4, 2026 . 20:18:25

TABONGO TIMUR – Upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak terus dilakukan melalui berbagai pendekatan promotif dan preventif di tingkat masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan dengan mengusung program “BUMIL GELIS–AYAH SIGAP: Gerakan Deteksi Dini dan Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi untuk Percepatan Penurunan AKI dan AKA di Desa Tabongo Timur.”

Program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Profesi Kesehatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi bersama pemerintah desa dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran serta keterlibatan keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. BUMIL GELIS berfokus pada gerakan deteksi dini terhadap ibu hamil yang memiliki faktor risiko, sedangkan AYAH SIGAP mendorong keterlibatan ayah dan keluarga dalam memberikan dukungan selama masa kehamilan hingga persalinan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pendekatan langsung kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan, identifikasi faktor risiko kehamilan, pendampingan ibu hamil, serta penguatan peran keluarga. Mahasiswa juga berperan dalam memberikan informasi mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, mengenali tanda bahaya kehamilan, memanfaatkan pelayanan kesehatan, serta membangun kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan maternal.

Dosen Pembimbing Lapangan, dr. Nanang Roswita Paramata, M.Kes, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk implementasi ilmu kesehatan di tengah masyarakat sekaligus upaya membangun kesadaran bahwa keselamatan ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan.

“Melalui BUMIL GELIS–AYAH SIGAP, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar bagaimana melakukan pendekatan kepada masyarakat. Yang paling penting adalah membangun kesadaran bahwa deteksi dini risiko kehamilan dan pendampingan ibu membutuhkan keterlibatan keluarga, terutama suami,” ungkap dr. Nanang.

Menurutnya, keterlibatan ayah dalam masa kehamilan memiliki peran penting dalam mendukung ibu untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, memenuhi kebutuhan gizi, menjaga kondisi psikologis, serta mengambil keputusan secara cepat apabila ditemukan tanda bahaya.

Dosen Pembimbing Lapangan lainnya, Putri Ayuningtias Mahdang, S.KM.,M.KKK, menambahkan bahwa program tersebut dirancang agar mahasiswa mampu memberikan intervensi kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada individu, tetapi juga memperkuat dukungan keluarga dan masyarakat.

“BUMIL GELIS–AYAH SIGAP kami arahkan sebagai gerakan bersama. Deteksi dini akan lebih bermakna apabila dilanjutkan dengan pendampingan dan kesiapsiagaan keluarga. Karena itu, mahasiswa didorong untuk membangun komunikasi yang baik dengan ibu hamil, suami, keluarga, kader, dan pemerintah desa sehingga risiko dapat dikenali lebih awal dan ditindaklanjuti melalui fasilitas pelayanan kesehatan,” jelas Putri.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sekaligus menghasilkan perubahan perilaku kesehatan yang dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setelah program KKN berakhir.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Kepala Desa Tabongo Timur, Bapak Hariyanto N. Ismail, S.Pd.I. Menurutnya, program BUMIL GELIS–AYAH SIGAP memberikan manfaat bagi masyarakat karena membantu meningkatkan perhatian terhadap kondisi ibu hamil, khususnya mereka yang membutuhkan pemantauan dan pendampingan lebih lanjut.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN Profesi Kesehatan di Desa Tabongo Timur. Program ini memberikan pengetahuan dan pendampingan kepada masyarakat, terutama bagi ibu hamil dan keluarga. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak,” ujar Hariyanto.

Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN Profesi Kesehatan, Irsyaad Faiz Maulana Siregar, mengatakan bahwa pelaksanaan program menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena mereka dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan memahami berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi di tingkat desa.

“Kami berupaya agar program BUMIL GELIS–AYAH SIGAP tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Mahasiswa terlibat langsung dalam edukasi, pendampingan, dan penguatan peran keluarga. Kami berharap masyarakat dapat meneruskan kebiasaan positif yang sudah dibangun selama kegiatan berlangsung,” tutur Irsyaad.

Program BUMIL GELIS–AYAH SIGAP juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kader kesehatan, keluarga, dan tenaga kesehatan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem dukungan di tingkat masyarakat sehingga ibu hamil yang memiliki risiko dapat lebih cepat dikenali dan mendapatkan tindak lanjut yang sesuai.

Melalui kegiatan ini, KKN Profesi Kesehatan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pengabdian yang berorientasi pada penyelesaian masalah kesehatan masyarakat. BUMIL GELIS–AYAH SIGAP diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat deteksi dini, meningkatkan kesiapsiagaan keluarga, serta mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA) di Desa Tabongo Timur.

Ke depan, keberlanjutan program diharapkan dapat dilakukan melalui penguatan peran kader dan keluarga, peningkatan komunikasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan, serta keterlibatan pemerintah desa dalam mendukung berbagai kegiatan kesehatan ibu dan anak. Dengan demikian, semangat “BUMIL GELIS, AYAH SIGAP” dapat terus tumbuh menjadi gerakan bersama masyarakat Desa Tabongo Timur untuk mewujudkan ibu dan anak yang lebih sehat dan keluarga yang lebih siap.

Agenda

December 9 - 22, 2021

PBL II KECAMATAN DUNGALIYO

Kegiatan PBL II Jurusan Kesehatan Masyarakat akan dilaksanakan di Kecamatan Dungaliyo. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan PBL I yang akan diikuti oleh 168 mahasiswa. Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 minggu mulai tanggal 9 Desember 2021 sampai tanggal 22 Desember 2021.

May 2 - 3, 2013

Sosialisasi dan Pra Lokakarya

Sosialisasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Dan Pra Lokakarya Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo.
Keynote Speaker : Dr. Adang Bachtiar, MD MPH DSc Selaku Ketua IAKMI Pusat

March 27, 2013

PELAKSANAAN UJIAN PROPOSAL

JADWAL UJIAN PROPOSAL
RABU, 27 MARET 2013
1. ZAINUDIN LAKODI (09.00-10.00)
2. VIVIYETI MAHAJI (10.00-11.00)
3. FARHAN ISA (11.00-12.00)
4. ROLINS ISMAIL (12.00-13.00)
5. LANA MITCHELL (13.00-14.00)
6. HERLINA OLII (15.00-16.00)

March 26, 2013

Pelatihan Website SITU

Pelatihan Website Integraqsi SIAT dan SITU UNG FIKK