Biskuit Kelor, Inovasi Program Mahasiswa KKN-PK UNG Desa Toluwaya Berbasis Kearifan Lokal dalam Cegah Stunting

Oleh: Gunawan Lanjahi . January 17, 2023 . 09:31:20

Biskuit Kelor (Moringa Cookies)

Kehadiran mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, dan Desa. Bupati Hamim Pou mengharapkan agar mahasiswa dapat belajar bersinergi dengan masyarakat setempat, sehingga dapat memperoleh ilmu baru yang tidak diperoleh melalui bangku kuliah, khususnya dalam hal pencegahan stunting di Kabupaten Bone Bolango.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan prevalensi balita stunting di Indonesia sebesar 30.8%. Sedangkan menurut Survei Status Gizi Indonesia 2021 bahwa prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24.4%, Provinsi Gorontalo dengan prevalensi 29.0%, dan Kabupaten Bone Bolango sebesar 25.0%. Desa Toluwaya merupakan desa prioritas dalam pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Bone Bolango yang menempati urutan ke-20 dari 29 desa lokus stunting tahun 2022, dengan jumlah anak stunting sebanyak 11 orang dan prevalensi sebesar 20.0% (di atas target nasional stunting yakni di bawah 14%).

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo 2022 membuat program untuk menurunkan angka stunting yaitu Biskuit Kelor (Moringa Cookies) untuk masyarakat Desa Toluwaya, Kecamatan Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango

Koordinator desa KKN Profesi Kesehatan, Ramli O. Kadir mengatakan tujuan diadakan program ini agar dapat menurunkan angka stunting di Desa Toluwaya serta meningkatkan asupan gizi bagi balita

“Selain itu diharapkakan masyarakat dapat menerapkan program ini agar stunting di Desa Toluwaya bisa turun sampai tidak terdeteksi lagi stunting”, kata Ramli.

Lebih lanjut, Ramli Kadir menambahkan produk ini selain bagus untuk kesehatan juga dapat menopang perekonomian masayarakat Desa Toluwaya untuk memanfaatkan sumber daya alam Lokal dalam hal ini adalah daun kelor.

"Program ini bertujuan untuk mencegah dan menurunkan angka stunting yang ada di Desa Toluwaya, sehingga bisa menjadi pilot project dalam mewujudkan desa zero stunting", pungkasnya.

Program KKN Profesi Kesehatan di Desa Toluwaya ini berlangsung selama 42 hari, terhitung mulai tanggal 29 November 2022 sampai dengan 7 Januari 2023 yang diikuti oleh 14 orang mahasiswa dari program studi rumpun Kesehatan (Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kedokteran, dan Farmasi), yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 11 orang perempuan. Dr. Lintje Boekoesoe, M.Kes, Tri Septian Maksum, S.KM, M.Kes dan Ns. Dewi Suryaningsi Hiola, M.Kep bertindak selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mereka.

Information

Agenda